Tentang Batik Krakatoa, Batik Khas Cilegon yang Kian Berkembang Pesat

27
Pemilik dan pembina Batik Krakatoa, Hany Seviatri

BISNISBANTEN.COM – Dewasa ini, di Indonesia terdapat banyak jenis dan motif batik sesuai daerahnya masing-masing, dari 34 Provinsi, hampir seluruh kabupaten kotanya memiliki motif dan ciri khas batik tersendiri. Di Provinsi Banten, juga terdapat banyak jenis batik dengan ragam motif yang memuat kearifan lokalnya.

Salah satunya Batik Krakatoa. Batik yang berasal dari Kota Cilegon ini juga membuat batik sebagai khas kearifan lokal. Tidak kalah dari batik-batik lain, batik ini mulai berdiri sejak 22 Februari 2014.

Batik Krakatoa Cilegon digagas oleh pasangan Suami Istri Helldy Agustian dan Hany Seviatry yang memiliki minat besar terhadap batik. Sehinga kehadiran Batik Krakatoa mampu memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat sekitar untuk ikut menciptakan peluang kerja baru.

Pemilik sekaligus pembina Batik Krakatoa,
Hany Seviatri mengatakan, batik tersebut lahir dari kearifan lokal Cilegon. “Lahir dari nilai kearifan lokal Cilegon dan Banten, nama Krakatoa sendiri terinspirasi dari nama Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda,” katanya kepada Bisnisbanten.com saat ditemui di sanggar Batik Krakatoa, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten.

Sejumlah ibu-ibu nampak khusyuk membatik di Sanggar Batik Krakatoa, Rabu (18/3/20).

Di tahun-tahun awal, Batik Krakatoa memiliki kesulitan dalam pemasaran. Hingga akhirnya setelah sekian tahun berlalu, Batik Krakatao mulai maju dan berkembang pesat. Saat ini, Batik Krakatoa memiliki 60 motif batik. Di tengah issue virus corona Covid-19 ini, pemesanan batik krakatoa masih bisa stabil, meski tingkat kunjungan menurun.

“Biasanya banyak pengunjung, sekarang jadi berkurang pas ada issue corona. Tapi pesanan masih stabil, seperti sekarang kita lagi mengerjakan pesanan dari berbagai perusahaan dan isntansi pemerintah,” paparnya.

Hany menambahkan, dengan hadirnya Batik Krakatoa ini, diharapkan dapat memeberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di Kota Cilegon, dan memberdayakan masyarakat sekitar untuk menciptakan lapangan kerja.

“Saat ini Alhamdulillah ada belasan orang yang berkarya di Batik Krakatoa, yang mencanting ada 12 orang, yang ngecap atau nyetak dua, yang mewarnai dua, sama admin satu,” pungkas lulusan S1 Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta ini. (AHR)