Dinas Koperasi dan UMK Cilegon Ingin Dana Bergulir Lebih Dirasakan Masyarakat

25
Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon Tatang Muhtadi sedang memberikan sambutan, di acara rapat evaluasi UPTD Pengelola Dana Bergulir, Kamis (5/3/20).

BISNISBANTEN.COM – Manfaat dana bergulir di Kota Cilegon sejauh ini telah dirasakan banyak masyarakat. Meski demikian, Pemkot Cilegon melalui UPTD Pengelola Dana Bergulir (PDB) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Kecil (UKM) menginginkan, dana bergulir dapat kembali meluas manfaatnya di tengah-tengah masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Cilegon Sari Suryati mengatakan, dana bergulir sangat dirasakan oleh banyak masyarakat Kota Cilegon sejak tahun 2003. Dana bergulir ini dinilai sangat efektif membantu permodalan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha mikro kecil.

“Kalau bicara efektif, sangat efektif ya. Karena ini sudah ada sejak lama. Dana bergulir ini sangat bermanfaat, walaupun sepertinya tidak kelihatan, tetapi (nyatanya) jadi percontohan di kementerian. Ya mudah-mudahan kembali lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Sari kepada Bisnisbanten.com, usai menghadiri rapat evaluasi UPTD Pengelola Dana Bergulir Kota Cilegon, Kamis (5/3/20).

Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon Tatang Muhtadi menuturkan, dana bergulir dulunya merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dan saat ini, lanjutnya, Pengelola Dana Bergulir menangani sekira 4.000 program perintisan dan penguatan.

“Sekarang Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon menangani lebih dari 500 koperasi. Kita juga menangani program perintisan dan penguatan UMKM, jadi kita itu iya koperasi iya UMKM. Di mana ada UMKM, kalau bisa membentuk wadah koperasi, dan koperasi di dalamnya harus ada mitra binaan yaitu UMKM. Ini amanat Undang-undang,” kata Tatang.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Dana Bergulir Yessi Yunita menambahkan, setiap masyarakat Kota Cilegon memiliki kesempatan untuk meminjam dana bergulir yang diperuntukan untuk berwirausaha khususnya UMKM, hanya dengan syarat hanya menyertakan KTP, KK, dan pas foto.

“Kita ada dua program, yang satu perintisan, yang satu penguatan. Kalau perintisan itu nominal pinjamannya 0 Rupiah sampai 1 Juta Rupiah. Kalau penguatan itu nominal pinjamannya Rp1 juta sampai Rp5 juta. Kita berharap dana bergulir ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan modal usaha,” pungkas Yessi. (AHR)