Bapak Paruh Baya Ini Tekun Lakoni Usaha Tike

209

BISNISBANTEN.COM – Cemilan Kripik Tike dari desa Domas Pontang Banten milik Rohim (60) kini telah dilirik para penyuka cemilan.

Menurut Rohim, nama Tike berasal dari tumbuhan liar yang terdapat di sawah. “Awalnya dari isteri saya yang merintis usaha Tike ini, lalu mengajarakan anak dan cucu saya. Karena isteri saya sudah tidak sanggup lagi jadi sayalah yang meneruskan usaha ini,” kata Rohim.

Produk ini termasuk langka mengingat Tike hanya ada pada musim tertentu. Kendati demikian, keluarga Rohim tetap melakoninya hingga masyarakat sekitar kenal produk ini pertama kalinya dikenalkan oleh warga Pontang satu ini.
Bahkan tak tanggung-tanggung, saat ini konsumen cemilan Tike sampai Saudi.

“Usaha Tike mulai dirintis sekitar tahun 2000an tetapi mulai banyak pesanan itu sekitar tahun 2010-an. Bahkan tike ini dikirim sampai ke Saudi mulai sejak tahun 2000-an, tetapi lancar-lancarnya baru sekitar sekitar 5 tahunan, ke luar kota maupun ke luar negeri,” katanya.

“Produk ini sangat alami tidak ada tambahan bahan pengawet atau pun yang lainnya. Bahkan dari kecamatan meminta datang untuk mengajarkan cara membuat Tike. Dan banyak orang yang menyukainya. Pembuatannya juga sangat mudah semua orang bisa mencobanya, yang membedakan, Tike ini bukan di goreng tapi di sangrai tidak dengan pasir ataupun minyak,” paparnya.

Ia menceritakan, biasanya di sawah banyak orang menyebutnya pelembotan)
rumput. Untuk pembuatan Tike juga hanya dilakukan di rumah dan tidak menggunakan mesin tertentu. Untuk harga pasaran Tike sekitar Rp.7 ribu. Tapi jika hanya membeli bijinya saja sekitar Rp. 9-10 ribu.

Keunggulan dari keripik Tike ini adalah rasanya yang gurih, renyah, dan enak. Bahkan orang-orang disekitarnya banyak yang mengikuti untuk membuka usaha Tike.

Nah bagi Anda yang ingin membeli oleh-oleh khas Pontang, bisa mampir ke rumah Rohim di Pontang, ya. (CEC/NUA)


Penulis : Syfa Fauziyah
Editor : Nurzahara Amalia